UMSU Menggelar Temu Ramah serta Pembekalan Mahasiswa International Thailand dan Kamboja - UMSU MRADIO FM

Breaking

UMSU Menggelar Temu Ramah serta Pembekalan Mahasiswa International Thailand dan Kamboja

Gambar mungkin berisi: 10 orang, termasuk Dian Anggraini, orang tersenyum, orang berdiri

Medan, UMSUMRADIOFM.COM - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan Temu Ramah serta Pembekalan Mahasiswa International Thailand dan Kamboja di ruang Mikro Teaching Fakultas Agama Islam UMSU, Kamis (22/08/2019).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UMSU, Dr. Muhammad Arifin, SH., M. Hum., Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Muhammad Qorib, MA., Sekretaris LKUI UMSU Emmi Purwoningsih, M.Kes., BPH UMSU, mahasiswa Kamboja dan Thailand, serta beberapa civitas akademika UMSU.
Sebanyak 9 mahasiswa, yang terdiri dari 6 mahasiswa Thailand dan 3 mahasiswa Kamboja yang sudah diketahui oleh negara masing-masing untuk mengikuti pembekalan studi selama maksimal 4 tahun di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Wakil Rektor I UMSU, Dr. Muhammad Arifin, SH, M. Hum menyampaikan bahwa UMSU sangat menyambut baik dan bersyukur bisa menjadikan lembaga ini sebagai institusi yang bisa menampung mahasiswa dari negara-negara lain. UMSU juga mengucapkan selamat datang di Indonesia khususnya Kota Medan kepada mahasiswa dari Thailand dan Kamboja.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, dalam ruangan

"Tentunya ini tidak bisa lepas dari UMSU sebagai suatu institusi yg melandasi dasar keislaman dan juga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah dari negara yang bersangkutan sebagai legalistas yang diberikan negaranya kepada UMSU untuk mendidik anak mereka yang saya yakin, kenapa UMSU, karena Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar, mungkin ini sudah menjadi rujukan bagi negara-negara yang mayoritas muslim agar mereka bisa mengenal tentang islam yang sejatinya." katanya.
Ia juga berharap semoga mahasiwa dari Kamboja dan Thailand ini setelah tamat dan kembali nanti agar dapat memberikan penerangan atau penjelasan serta berbakti kepada negaranya yang berbasis islam, sehingga negara yang mereka tempati bisa memahami islam secara utuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar