Gubernur Sumatera Utara Berencana Tutup Merdeka Walk dan Mengembalikan Fungsinya ke Area Olahraga Warga Medan - UMSU MRADIO FM

Breaking

Gubernur Sumatera Utara Berencana Tutup Merdeka Walk dan Mengembalikan Fungsinya ke Area Olahraga Warga Medan



FOTO: Merdeka Walk (Sindi/umsumradiofm.com)



Medan, UMSU MRADIO FM - Teman Anak Muda, renacananya nih, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan memindahkan seluruh tempat usaha di Merdeka Walk loh. Kira-kira bakal gimana ya?

Mengenai ini, dikatakannya setelah mengikuti rapat Paripurna pembahasan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dengan anggota DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (11/2/2019) lalu. Edy Rahmayadi mengatakan, akan mempelajari bagaimana proses yang akan dilakukan untuk dapat memindahkan lokasi Merdeka Walk tersebut agar bisa menjadi ruang terbuka. 

"Sedang kita pelajari, yang pastinya fungsi lapangan merdeka bukan untuk bisnis, itu adalah ruang terbuka dan orang berolahraga rakyat Sumut," pungkasnya.

Dirinya juga mengatakan, sudah bertemu dengan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, untuk melanjutkan pembahasan ini. "Walaupun itu wewenangnya si Wali Kota Medan, saya sudah beritahu dan bicara dengannya," katanya.

Sementara itu, usai menghadiri pemberian bantuan sembako 1000 KK kepada masyarakat kurang mampu Kota Medan di Lapangan Benteng pada Kamis (14/2/2019), Dzulmi Eldin,  mengungkapkan bahwa Merdeka Walk dari dulu sudah dibangun seperti  itu.

Ia mengatakan, dahulu lahan yang dijadikan sebagai Merdeka Walk saat ini adalah lahan parkir taksi-taksi gelap dan kehidupan malam Kota Medan. 

Ia juga mengatakan, lokasi Merdeka Walk saat ini dulunya banyak dijadikan sebagai tempat kenakalan yang tidak bisa dikendalikan.

"Lapangan Merdeka itu kan dari dulu sudah seperti itu. Yang dibangun untuk Merdeka Walk itu adalah tempat yang dulu dijadikan parkiran taksi-taksi gelap, dan ya, kehidupan malam yang kita tidak tahu. Dan di situ banyak juga kenakalan-kenakalan yang tidak bisa dikontrol," katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa sebenarnya tempat berolahraga sama sekali tidak terganggu atas kehadiran Merdeka Walk. Pasalnya, sejak dulu memang tempat itu tidak dipergunakan sebagai sarana berolahraga.

"Tapi prasarana olahraga tidak ada yang terganggu disitu. Karena itu memang dari dulu tidak dipergunakan sebagai sarana dan prasaranan olahraga. Jadi Insya Alalh nanti kita koordinasikanlah," jelasnya.

Wacana tersebut belum dibahas lebih lanjut. Namun Eldin membenarkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pernah berbicara mengenai Merdeka Walk tersebut.

"Beliau cuma bercerita bagaimana Merdeka Walk itu. Mungkin kan dari satu sisi beliau ditanya-tanya oleh siapa, dan yang mungkin dijawab seperti itu," jelasnya.

Saat ini kontrak antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan pengelola Merdeka Walk masih berjalan. Eldin pun mengatakan kontrak akan selesai hingga tahun 2031. Saat ini pihaknya sedang melihat prospek ke depan terhadap Merdeka Walk.

Sebab memang, saat ini Merdeka Walk sudah menjadi ikon Kota Medan.

"Makanya berjalan tahun ini nanti akan kita lihat prospeknya bagaimana. Sebagian banyak orang pasti sudah melihat bahwa itu sudah menjadi ikon Kota Medan. Jadi mudah-mudahan bisa saling mengerti kita satu sama lain. Nanti enggak ada lagi tempat orang ketemuan," katanya.

Apalagi saat ini yang datang ke Merdeka Walk bukan hanya warga Kota Medan dan wisatawan lokal saja, tetapi juga dari luar negeri. Diakuinya, jika datang ke Medan, yang dicari wisatawan asing adalah Merdeka Walk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar